
Pagelaran yang berlangsung selama tiga jam tersebut dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan perayaan ulang tahun ke-70 hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat yang jatuh pada 2019.
Mega konser tersebut dibuka dengan langgam Lir-ilir dan Sesonderan yang diiringi Gamelan Jawa sekaligus untuk menyambut para penonton memasuki gedung katedral.
Setelah itu, rangkaian atraksi tarian tradisional Indonesia, yakni Tari Merak yang diiringi Gamelan Jawa, Tari Margapati dan Tari Topeng Tua dari Bali dipertunjukkan secara apik untuk memesona para hadirin.
Yang menarik, sebagian para pemain Gamelan Jawa dan Bali adalah warga negara Amerika Serikat yang memang sangat mengagumi budaya Indonesia. Mereka secara rutin berlatih setiap pekan di KBRI Washington dengan dipimpin oleh pelatih Gamelan Jawa bernama Muryanto dan pelatih Gamelan Bali I Nyoman Suadin.
Penampilan piano dan orchestra karya Lou Harrison serta rangkaian konser piano melengkapi rangkaian acara hiburan untuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat.
Mega konser tersebut bertujuan untuk menunjukkan besarnya pengaruh gamelan terhadap music klasik Barat.
"Kita semua di sini untuk menyaksikan hubungan yang unik dan erat antara gamelan dan music klasik Barat," kata Wakil Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Iwan Freddy Hari Susanto.
Wakil Dubes RI mengatakan bahwa pagelaran kolaborasi itu merupakan satu bukti pengaruh gamelan Indonesia yang sudah sangat lama menjadi inspirasi bagi para composer ternama Eropa dan Amerika.
Hal serupa juga ditegaskan oleh Joseph Horrowitz, Direktur Eksekutif Post Classical Ensemble, yang menyatakan bahwa tidak ada jenis musik non-Barat lain yang pengaruhnya begitu besar terhadap tradisi Barat, selain gamelan.
Nama-nama besar seperti Claude Debussy, Lou Harrison dan Colin McPhee merupakan contoh composer dari negara Barat yang mahakaryanya sangat terinspirasi oleh karakter gamelan yang indah dan karakter suaranya sangat berbeda dari aliran musik Barat.
Dalam konteks tersebut, mega konseri itu sekaligus member pengakuan terhadap kontribusi gamelan sebagai elemen pemersatu yang dapat menjembatani rasa saling pengertian antarbangsa.
Pagelaran kolaborasi music tersebut juga bertujuan untuk menunjukkan kedekatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat selamaini.
Selain publik yang terdiri dari para penikmat musik dan pemerhati budaya di AS, pementasan gamelan itu juga dihadiri oleh para duta besar dan diplomat senior negara-negara anggota ASEAN dan negara-negara lainnya, para pimpinan perusahaan, dan mitra-mitra kerja KBRI di Washington, D.C..
Di akhir acara, kopi dan teh spesial bersama keripik Indonesia turut dihidangkan untuk menghangatkan pagelaran musik tersebut.
Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pagelaran gamelan Indonesia pukau publik Amerika Serikat"
Post a Comment