
"Pemuda dan remaja masjid menjadi garda terdepan membentengi bangsa ini dengan berbagai kegiatan positif. Mengembangkan masjid sebagai pusat agama, pendidikan, ekonomi, dan budaya," ujar Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Haji Syafruddin saat membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pemuda Remaja Masjid Indonesia di Jakarta, Jumat.
Hal itu, menurut Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), karena pemuda muslim memiliki potensi besar yang harus dikembangkan dalam berbagai bidang sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh umat.
Pemuda remaja masjid diharapkan dapat meningkatkan inisiatif, kreativitas, inovasi dan daya saing yang berlandaskan semangat Uhkuwah Islamiyah. "Remaja masjid adalah generasi cerdas yang berkontribusi positif demi kemajuan bangsa untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid dengan memanfaatkan teknologi," kata Syafruddin dalam pernyataan resminya.
Karena itu, pemuda remaja masjid harus melakukan konsolidasi untuk menyatukan visi dan misi melalui Silatnas Pemuda Remaja Masjid Indonesia.
"Menguatkan Uhkuwah Islamiyah untuk membangun peradaban Islam yang rahmatan lil alamin. Konsolidasi keumatan perlu diperkuat untuk melahirkan kembali kekuatan peradaban Islam semasa Rasulullah dimulai dari masjid," tutur Syafruddin.
DMI merupakan wadah yang sangat mendukung organisasi kepemudaan remaja masjid. Generasi pecinta masjid adalah pemulia rumah Allah yang merupakan generasi Qurani yang secara ikhlas dengan semangat ibadah dan menjadi pelopor transformasi kemajuan peradaban Islam.
DMI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Jusuf Kalla hadir sebagai penata dan pengelola masjid sebagai rumah ibadah dan berperan mu'amalah dalam arti luas di bumi nusantara.
"Masjid adalah simbol penjaga peradaban Islam yang memberi harapan kepada semua umat untuk bergantung hanya pada Allah," tegas Syafruddin
Hal itu karena jika dicermati banyak negara di belahan dunia termasuk negara Islam yang runtuh pemerintahannya karena konflik antarsesama anak bangsa.
Karena itu, kata dia, harusnya menjadikan perbedaan sebagai sumber kekuatan bukan sebagai sumber keruntuhan suatu bangsa. "Indonesia satu-satunya negara yang berhasil meleburkan pilar nasionalisme dan agama menjadi pondasi yang kokoh menopang negara," ungkap Syafruddin.
Namun dia mengingatkan, pemuda remaja masjid akan menghadapi berbagai tantangan di era digitalisasi dan virtualisasi serta Revolusi Industri 4.0 yang sedang terjadi saat ini.
Harapannya pemuda dan remaja masjid dapat memanfaatkan media digital untuk mencegah hoaks, provokasi dan agitasi. "Perhatian kami curahkan sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan pemuda remaja masjid sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa ini di masa yang akan datang," kata Syafruddin.
Haji Syafruddin juga memberikan apresiasi dan selamat kepada seluruh pemuda dan remaja masjid Indonesia atas terselenggaranya Silatnas Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia.
Hadir dalam pembukaan Silatnas Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia, antara lain, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Komarudin Hidayat, Sekjen DMI Arief Rosyid, jajaran pengurus DMI dan juga seluruh anggota pemuda remaja masjid dari BKPRMI, JPRMI, PRIMA dan ISYEF.
Baca juga: Generasi Muda DMI gelar Silatnas tolak stigma negatif
Baca juga: DMI ajak Pemuda Muhammadiyah jaga demokrasi
Pewarta: Edy Sujatmiko
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Remaja masjid dinilai sebagai garda terdepan perjuangan bangsa"
Post a Comment