
Penetapan dua karya budaya asal Kapuas Hulu menjadi warisan budaya tak benda Indonesia sudah melewati berbagai tahapan panjang terutama kajian narasi ilmiah sehingga dapat diterima oleh tim ahli kebudayaan Republik Indonesia.
Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -Kerupuk basah (temet) dan kawin adat istiadat Suku Dayak Tamambaloh yaitu "Kawen adat samagat Dayak Tamambaloh" telah masuk sebagai warisan budaya tak benda Indonesia yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
" Di Kalimantan Barat itu ada sembilan karya budaya yang masuk sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, dua diantaranya dari Kapuas Hulu," kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Itoni, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Sabtu (24/8).
Dikatakan Itoni, penetapan dua karya budaya asal Kapuas Hulu menjadi warisan budaya tak benda Indonesia sudah melewati berbagai tahapan panjang terutama kajian narasi ilmiah sehingga dapat diterima oleh tim ahli kebudayaan Republik Indonesia.
Baca juga: Denpasar usulkan empat kebudayaan masuk nominasi WBTB
" Jadi untuk mendapatkan penetapan dari Kementerian pendidikan dan kebudayaan memang tidaklah mudah," jelas Itoni.
Disampaikan Itoni, penerimaan sertifikat penetapan warisan budaya tak benda Indonesia itu akan diserahkan kepada pemerintah daerah yang akan diterima oleh kepala daerah pada 13 hingga 17 Oktober 2019 saat pelaksanaan Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta.
" Jadi nanti saat penyerahan sertifikat penetapan warisan budaya tak benda Indonesia itu akan diterima oleh kepala daerah di Jakarta," kata Itoni.
Untuk yang akan datang, kata Itoni, ada beberapa karya budaya Kapuas Hulu juga akan di usulkan agar masuk menjadi warisan budaya tak benda Indonesia, namun perlu ada kajian narasi ilmiah itu salah satu yang harus disiapkan.
Baca juga: Menteri PPPA: Perempuan harus menjaga warisan budaya Indonesia
Baca juga: Denpasar usulkan tradisi ngaro, sate renteng, dua tarian jadi warisan budaya
Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kerupuk basah dan kawin adat Dayak masuk warisan budaya Indonesia"
Post a Comment